World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupGermany 11 ParaguayFTWorld CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupGermany 11 ParaguayFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Inggris melaju, Kane dan Bellingham kembali menentukan, tetapi Tuchel masih punya masalah yang harus diselesaikan

Inggris mengalahkan Panama 2-0 untuk finis di puncak Grup L, dengan Jude Bellingham dan Harry Kane kembali menjadi pusat hasil tersebut. Kemenangan ini menyiapkan laga babak 32 besar melawan Republik Demokratik Kongo, sementara cedera dan dukungan serangan yang belum merata tetap menjadi perhatian.

Inggris melaju, Kane dan Bellingham kembali menentukan, tetapi Tuchel masih punya masalah yang harus diselesaikan
Kredit gambar: theguardian.com

Inggris memastikan posisi pertama di Grup L lewat kemenangan 2-0 atas Panama, dengan gol-gol yang melibatkan Jude Bellingham dan Harry Kane. Hasil itu membawa tim asuhan Thomas Tuchel ke Atlanta untuk menghadapi Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar.

Kemenangan ini belum menghapus keraguan soal keseimbangan permainan Inggris. Panama memang tidak mencetak gol dalam tiga laga grup mereka, tetapi tetap sempat menemukan celah, dan situasi pertahanan Inggris semakin rumit oleh masalah di posisi bek kanan yang melibatkan Tino Livramento, Reece James, dan Jarell Quansah.

Sisi paling menjanjikan adalah makin kuatnya pengaruh Bellingham dan Kane sebagai duet. Keduanya terlibat dalam lima dari enam gol Inggris sejauh ini, dan koneksi mereka saat melawan Panama memberi sinyal pemahaman yang lebih baik daripada yang sebelumnya terlihat dari dua bintang itu.

Tantangan Tuchel adalah mendapatkan kontribusi lebih besar dari para pemain sayap dan pelapis serangan tanpa membuat tim bergantung pada dua pemain saja. Marcus Rashford, Bukayo Saka, Noni Madueke, Morgan Rogers, Anthony Gordon, dan Eberechi Eze semuanya masuk dalam pembahasan itu, terlebih karena RD Kongo menawarkan ujian berbeda setelah menahan Portugal lebih awal di turnamen ini.

Bagi para editor dan pendukung, pertanyaan utamanya adalah apakah para penentu hasil kelas atas Inggris bisa terus menutupi masalah struktural, atau justru babak gugur akan menuntut kontribusi serangan yang lebih luas dan fondasi defensif yang lebih rapi.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Sutton menjagokan Prancis sebagai ancaman utama dalam prediksi 32 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Hubungan Bellingham-Kane memberi Inggris jalan keluar dari frustrasi serangan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Pencarian pengganti Clarke menyorot cara pandang SFA terhadap masa depan Skotlandia
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Daftar Brazil vs Japan di babak 32 besar mengonfirmasi stadion dan jumlah penonton
    Redaksi1 mnt