World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

Maroko dan Belanda bersiap untuk laga berisiko tinggi di Monterrey

Maroko menghadapi Belanda di babak 32 besar Piala Dunia di Estadio Monterrey, dengan cuaca panas, performa menyerang, dan ikatan sepak bola yang panjang mewarnai persiapan.

Maroko dan Belanda bersiap untuk laga berisiko tinggi di Monterrey
Kredit gambar: theguardian.com

Maroko akan bertemu Belanda di babak 32 besar Piala Dunia di Estadio Monterrey, dengan tiket ke fase berikutnya dipertaruhkan. Laga dijadwalkan pada pukul 7 malam waktu setempat, saat suhu diperkirakan setidaknya mencapai 30°C.

Pertemuan ini mempertemukan dua tim ambisius yang berada sedikit di bawah jajaran favorit utama turnamen. Belanda datang dengan koleksi 10 gol di fase grup, sementara Brian Brobbey, Cody Gakpo, dan Crysencio Summerville sama-sama ikut menyumbang pada lini serang yang hidup.

Maroko juga punya momentum sendiri, dipimpin Mohamed Ouahbi dan diperkuat oleh tiga gol turnamen dari Ismael Saibari. Ayyoub Bouaddi juga menarik perhatian, dan skuad ini mencakup pemain kelahiran Belanda Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine, yang menambah lapisan lain pada pertandingan ini.

Monterrey memiliki makna historis bagi Maroko setelah laga-laga mereka di sana pada Piala Dunia 1986, ketika mereka bermain imbang dengan Polandia dan Inggris serta mencapai babak gugur. Dengan panas lokal, dukungan suporter, dan dua tim yang sama-sama proaktif, laga ini menawarkan ujian ketenangan sekaligus kualitas.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Perdebatan soal pelatih Skotlandia dimulai setelah Clarke mundur
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Canada lolos ke babak 16 besar Piala Dunia setelah gol penentu Eustaquio di masa tambahan waktu
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Ancelotti menjaga fokus Brasil saat tantangan Jepang mendekat
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kepemimpinan USMNT melampaui ban kapten Tim Ream
    Redaksi1 mnt