World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

Duel 32 besar Maroko-Nederland membawa sejarah Piala Dunia dan makna diaspora

Maroko dan Belanda bertemu di Monterrey dalam laga 32 besar Piala Dunia yang dibentuk oleh performa kuat, sejarah sepak bola yang saling terhubung, dan ikatan komunitas Maroko-Belanda.

Duel 32 besar Maroko-Nederland membawa sejarah Piala Dunia dan makna diaspora
Kredit gambar: theguardian.com

Maroko dan Belanda akan bertemu di Monterrey dalam laga 32 besar Piala Dunia yang mempertemukan dua tim peringkat 10 besar yang sama-sama mengoleksi tujuh poin di fase grup. Laga ini juga menghidupkan kembali pertemuan resmi pertama mereka, yakni pertandingan Piala Dunia 1994 yang dimenangkan Belanda 2-1.

Bagi Maroko, lokasi pertandingan menambah lapisan cerita lain. Monterrey pernah menjadi pusat perjalanan Atlas Lions pada Piala Dunia 1986, ketika mereka menjadi tim Afrika pertama yang lolos dari fase grup, dan kini mereka kembali dengan rasa percaya diri yang dibangun dari perjalanan ke semifinal di Qatar serta gelar Piala Afrika terbaru.

Pertandingan ini juga punya latar sosial yang kuat di Belanda, tempat migrasi warga Maroko dimulai beberapa dekade lalu dan ikut membentuk generasi pemain serta pendukung. Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine semuanya lahir dan besar di Belanda sebelum memilih membela Maroko.

Di lapangan, duel ini terasa luar biasa berat untuk tahap ini, dengan Maroko yang sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Brasil dan gelandang muda Ayyoub Bouaddi yang menonjol lewat penampilannya di turnamen ini. Di luar lapangan, sumber menyebut ada kekhawatiran bahwa ketegangan politik dan media bisa ikut mencemari suasana dalam pertandingan yang oleh banyak pendukung mungkin lebih ingin dilihat sebagai ajang sepak bola dengan nuansa seperti derby.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Perdebatan soal pelatih Skotlandia dimulai setelah Clarke mundur
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Canada lolos ke babak 16 besar Piala Dunia setelah gol penentu Eustaquio di masa tambahan waktu
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Ancelotti menjaga fokus Brasil saat tantangan Jepang mendekat
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kepemimpinan USMNT melampaui ban kapten Tim Ream
    Redaksi1 mnt