World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

Skotlandia masih memperdebatkan keputusan kunci usai kekalahan tipis dari Maroko

Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0 di Boston, tetapi sorotan pascapertandingan justru tertuju pada dua klaim penalti Skotlandia dan kartu kuning untuk Issa Diop di babak pertama.

Skotlandia masih memperdebatkan keputusan kunci usai kekalahan tipis dari Maroko
Kredit gambar: bbc.com

Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0 dalam laga Piala Dunia mereka di Boston, dengan Ismael Saibari mencetak gol di menit-menit awal. Kekecewaan Skotlandia berpusat pada beberapa keputusan wasit, termasuk dua banding penalti yang tidak dikabulkan dan kartu kuning untuk Issa Diop setelah pelanggaran terhadap Che Adams.

Perdebatan paling jelas muncul pada insiden babak kedua yang melibatkan John McGinn dan Scott McTominay. Mantan wasit Christina Unkel menilai pelanggaran terhadap McTominay layak diberi penalti, sementara Roy Keane dan Ange Postecoglou tidak sependapat. Steve Clarke lebih berhati-hati, dan menilai insiden McGinn tampak sebagai klaim yang lebih kuat dari sudut pandang Skotlandia.

Ada juga perdebatan soal apakah Diop seharusnya diusir pada babak pertama. Neil McCann dan James McFadden berpendapat Adams digagalkan dari peluang mencetak gol yang jelas, tetapi wasit Ilgiz Tantashev hanya mengeluarkan kartu kuning.

Pertanyaan yang lebih luas bagi Skotlandia adalah seberapa besar bobot yang harus diberikan pada kepemimpinan wasit dalam laga yang sangat ketat. McGinn percaya dirinya memang dilanggar, tetapi ia juga menekankan perlunya Skotlandia lebih banyak menciptakan peluang dari permainan terbuka, bukan bergantung pada keputusan yang menguntungkan mereka.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Afrika Selatan dan Kanada tercantum untuk Babak 32 Besar Piala Dunia di SoFi Stadium
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Canada menundukkan Afrika Selatan lewat gol akhir Eustaquio untuk melaju ke 16 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Duel 32 besar Maroko-Nederland membawa sejarah Piala Dunia dan makna diaspora
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kanada ukir sejarah saat gol telat Eustáquio membawa mereka ke 16 besar
    Redaksi1 mnt