World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupBrazil -- Japan17:00World CupGermany -- Paraguay20:30World CupNetherlands -- Morocco01:00World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

Gambaran babak 32 besar Piala Dunia: Argentina memimpin deretan kandidat yang beragam

Analisis turnamen ESPN menempatkan fase gugur 32 tim yang diperluas sebagai ujian taktik yang terbuka lebar, dengan performa Argentina yang dipimpin Messi, ketangguhan bertahan Australia, ketergantungan Belgia pada Jérémy Doku, dan ancaman udara Bosnia & Herzegovina sebagai beberapa cerita awal yang menonjol.

Gambaran babak 32 besar Piala Dunia: Argentina memimpin deretan kandidat yang beragam
Kredit gambar: espn.com

Babak gugur Piala Dunia 2026 akan diikuti 32 tim, dan Argentina dipaparkan sebagai salah satu kandidat terkuat pada awal turnamen setelah memuncaki Grup J dengan dua kemenangan dari dua laga. Analisis ESPN juga menyoroti Australia, Belgia, serta Bosnia & Herzegovina sebagai contoh bagaimana gaya bermain yang berbeda dapat membentuk babak 32 besar.

Kasus Argentina bertumpu pada produktivitas Lionel Messi dan pertahanan yang, saat laporan ini dibuat, belum kebobolan satu gol pun atau satu peluang tembakan senilai 0,15 expected goals. Laga yang diproyeksikan melawan Cape Verde di babak 32 besar masih bergantung pada klasemen saat ini, jadi editor perlu memperlakukannya sebagai kemungkinan sementara, bukan kepastian.

Profil Australia hampir kebalikannya: Socceroos sulit ditembus, hanya kebobolan dua gol dalam tiga laga fase grup, tetapi output serangan mereka sendiri terbatas. Prospek Belgia sangat terkait dengan kemampuan Jérémy Doku untuk mengubah jalannya pertandingan, sementara Bosnia & Herzegovina menawarkan tantangan yang lebih fisik dan kuat dalam bola mati, bertumpu pada keunggulan tinggi badan dan duel udara.

Kesimpulan besarnya adalah format yang diperluas memberi fase gugur lebih banyak variasi taktik, tetapi juga lebih banyak ketidakpastian. Proyeksi, persentase gelar Opta, dan klasemen terkini bisa berubah cepat, jadi ini sebaiknya dibingkai sebagai potret sesaat dari peta turnamen, bukan ramalan bagan yang sudah final.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Afrika Selatan dan Kanada tercantum untuk Babak 32 Besar Piala Dunia di SoFi Stadium
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Canada menundukkan Afrika Selatan lewat gol akhir Eustaquio untuk melaju ke 16 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Duel 32 besar Maroko-Nederland membawa sejarah Piala Dunia dan makna diaspora
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kanada ukir sejarah saat gol telat Eustáquio membawa mereka ke 16 besar
    Redaksi1 mnt