Erling Haaland tampak menjadi ketergantungan paling kuat pada satu pemain di antara tim-tim yang dinilai, dengan Norwegia menang 69% dari laga saat ia bermain sejak 2022 dan hanya 25% saat ia absen. Dalam rentang itu, ia mencetak 38 gol dan menyumbang 40% gol Norwegia, porsi tertinggi dalam perbandingan yang diberikan.
Temuan itu terasa menonjol karena Lionel Messi sejauh ini menjadi pencetak gol paling menonjol di Piala Dunia 2026, dengan enam dari delapan gol Argentina dan catatan mencetak gol dalam tujuh laga beruntun di Piala Dunia. Namun, rekor Argentina yang lebih luas sejak 2022 tetap seimbang: 83% kemenangan saat Messi bermain dan 83% saat dia tidak bermain, menurut angka ESPN Global Sports Research yang dikutip dalam sumber.
Harry Kane juga muncul sebagai kasus ketergantungan yang besar. Persentase kemenangan Inggris naik dari 29% tanpa dia menjadi 76% saat dia bermain, sementara ia telah menyumbang 29 gol sejak 2022 dan mencakup 32% gol Inggris dalam periode itu. Dampak Kylian Mbappé juga jelas bagi Prancis, yang persentase kemenangannya 71% saat dia bermain dan 50% saat dia tidak bermain, meski kedalaman serangan Prancis membuat struktur tim tidak terasa bergantung pada satu orang saja.
Cristiano Ronaldo, Vinícius Júnior, dan Lamine Yamal menunjukkan profil yang lebih rumit. Angka Portugal sedikit lebih baik saat Ronaldo bermain, Brasil lebih produktif dalam mencetak gol dan menciptakan peluang saat Vinícius tampil meski persentase kemenangannya lebih rendah ketika ia bermain, dan Spanyol tetap sangat efektif baik dengan maupun tanpa Yamal. Bagi editor, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah ketergantungan harus diukur lewat porsi gol, persentase kemenangan, penciptaan peluang, atau bagaimana sebuah tim bermain saat bintang utamanya absen.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar